Bolehkah Kucing Makan Nasi? Ini Penjelasan Gamblangnya

Kucing Makan Nasi - getty images
(Gambar: Getty Images)
Kucing Makan Nasi - getty images
(Gambar: Getty Images)

Apakah kucing makan nasi? Pertanyaan ini sering banget muncul, karena hari-hari kita selalu bertemu nasi saat makan. Karena kita sayang dengan kucing kita, wajar saja muncul pertanyaan tersebut. Karena kita khawatir kalau-kalau ada bahaya nasi bagi kucing.

Kucing makan nasi, pada umumnya, adalah aman-aman saja. Namun tetap ada beberapa pengecualian. Kita harus bertanya kepada dokter hewan sebelum memberinya makanan manusia, termasuk nasi.

Baca juga:
* Cara Membuat Dot Kucing Sendiri, Mudah dan Murah!

Namun yang perlu kita ketahui adalah, nasi bukanlah makanan alami kucing. Dan nasi tidak memberi manfaat gizi bagi kucing. Jadi yang terbaik adalah, tidak memberikan mereka nasi walaupun itu tidak membahayakan kesehatan kucing.

Ini beberapa hal yang harus kita ketahui tentang memberi makan nasi kepada kucing.

Kapan Nasi Berdampak Buruk Bagi Kucing?

Kita perlu memahami, bahwa kucing itu adalah karnivora. Sebagian besar kebutuhan nutrisi kucing adalah dari daging yang mereka makan. Nasi, secara umum, tidak diperlukan dalam kebanyakan situasi.

Kucing bisa saja merasa kenyang setelah makan nasi dan kehilangan nafsu makan, karena daging lah yang memberi mereka nutrisi yang tepat. Kalau kebanyakan makan nasi, kucing malah justru bisa kekurangan gizi.

Berikut beberapa situasi lain dimana nasi bisa berdampak buruk bagi kucing:

Beras

Beras sulit dicerna dan bisa menyebabkan gas, perut kembung, dan sakit perut. Selain itu, beras yang belum dimasak bisa jadi mengandung pestisida alami yang disebut lektin, yang dapat menyebabkan diare atau muntah.

Makanan baru

Beberapa kucing sangat sensitif terhadap memakan baru. Kalau mereka tidak terbiasa dengan beras, mereka dapat muntah atau menderita masalah pencernaan setelah memakannya.

Anak kucing

Kucing muda tidak boleh makan nasi karena bisa berdampak negatif terhadap perkembangan.

Bumbu, saus, atau zat aditif

Garam, rempah-rempah, bawang putih, bawang merah, dan makanan lain serta zat aditif, yang biasanya dicampur dengan nasi berpotensi beracun bagi kucing. Saat akan memberi makan nasi pada kucing, pastikan nasi polos.

Makanan kemasan

Beberapa makanan hewan kemasan menggunakan biji-bijian, seperti beras sebagai pengisi, yang memiliki nilai gizi yang kecil. Kalau meragukan, ada baiknya konsultasi dengan dokter hewan mengenai nutrisi yang tepat untuk kucing kita.

Kapan Nasi Baik Untuk Kucing?

Baik nasi merah polos maupun nasi putih biasa tidak bermasalah bagi kucing yang perutnya sedang sakit, asalkan dimasak matang.

Dokter hewan terkadang merekomendasikan untuk mencampur nasi dengan makanan kucing untuk mengobati diare. Beras dapat membantu memadatkan kotoran kucing dan mencegah dehidrasi.

Nasi dan biji-bijian lainnya maksimal 25 persen dari konsumsi makanan kucing. Ikuti rekomendasi dokter hewan untuk memberi makan nasi kepada kucing.

Makanan Alternatif Selain Nasi

Apa Ada Alternatif Lain yang Lebih Aman Dari Nasi Untuk Kucing?

Kalau kamu ingin berbagi makanan manusia dengan kucing, baiknya bertanya terlebih dahulu kepada dokter hewan, mana makanan yang aman dan sehat.

Makanan yang diberikan kepada kucing harus polos dan bebas dari zat aditif seperti garam, gula, rempah-rempah, bawang putih, bawang, dan bahan-bahan lain, yang mungkin beracun bagi hewan peliharaan.

Daging tanpa lemak, merupakan pilihan yang baik. Ayam polos, hati, daging tanpa lemak, daging domba, dan sapi, biasanya aman untuk dibagikan kepada kucing kita.

Telur dan ikan yang dimasak, seperti salmon atau tuna, juga merupakan pilihan yang baik.

Labu, labu, wortel, brokoli, pisang, blueberry, dan semangka juga bisa menjadi makanan menyehatkan bagi beberapa kucing.

Saat kucing menderita diare ringan, banyak dokter hewan yang merekomendasikan puasa sampai sistem pencernaan kucing sembuh dengan sendirinya. Dokter juga akan menganjurkan memperkenalkan kembali makanan secara perlahan, setelah puasa. Bisa nasi campur atau makanan lain. Tergantung dengan penyebab diare kucing kita.

Baca juga:
* Kucing Suka Menggigit, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Labu bisa menjadi sumber serat yang baik yang akan memadatkan kotoran kucing. Menjadi pilihan yang aman bagi banyak pemilik hewan peliharaan untuk mengobati diare.

Dokter hewan juga merekomendasikan peningkatan asupan air, perubahan pola makan, penambahan suplemen probiotik pada makanan, atau obat-obatan seperti kaolin-pektin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*