Bahaya Paracetamol Untuk Kucing, Ini Kata Dokter Hewan!

penanganan keracunan parasetamol pada kucing - @amanah_veterinary_services-amanah_veterinary_services.jpg

Paracetamol untuk kucing, bisa kah? Soalnya ini kan obat umum yang biasa digunakan untuk mengobati demam atau rasa sakit pada manusia. Apakah kita bisa memberikan parasetamol ke kucing?

Paracetamol untuk kucing itu ternyata bukanlah keputusan bijak. Karena toksisitas parasetamol atau asetaminofen memiliki risiko pada kucing. Lebih berisiko besar untuk kucing dengan dosis tunggal daripada anjing.

Rupanya kasus ini umum terjadi lho. Karena kebanyakan pemiliki berusaha mengobati kucing kesayangan mereka tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter hewan.

Perlu diketahui bahwa kucing rentan terhadap toksisitas acetaminophen. Itu karena kucing memiliki kekurangan genetik dalam jalur metabolisme di hati mereka untuk memecah obat.

Baca juga:
* 9 Penyebab Kucing Muntah dan Cara Mengatasinya

Saya mengetahui ini dengan pasti saat membaca salah satu postingan akun instagram @amanah_veterinary_services. Bisa kamu baca sendiri apa kata dokter hewan mengenai bahaya paracetamol untuk kucing.

View this post on Instagram

“Tragedi Parasetamol” Kucing ini bukan gagah berjambang. Namun mengalami keracunan akibat diberikan parasetamol oleh pemilik. Banyak kejadian – tragedi saat kucing yang demam kemudian disamakan manusia yang sedang demam, lalu oleh pemilik diminumi obat penurun panas manusia, dan dampaknya sangat merugikan-membayahakan kucingnya. Banyak kucing yang tidak bisa diselamatkan karena keracunan obat penurun panas… akibat coba coba atau tanya internet atau tanya tanya kanan kiri depan belakang, atau karena kasihan kucingnya panas maka segera diminumi obat penurun panas Demam atau panas adalah hanya satu gejala, Dokter Hewan perlu melakukan serangkaian pemeriksaan sebelum menentukan diagnosa & penanganan. Jika ada suatu masalah konsultasikan ke orang yang memang kompeten atau ahli di bidang itu. Insya Allah akan mendapatkan solusi yang baik. Jangan lupa berdoa pada Allah setelah berupaya, sebab hanya Allah yang Maha Menentukan. #amanahveterinaryservices #dokterhewanlampung #kucingkeracunan #pdhi #dokterhewanbandarlampung #kucinglampung #parasetamol #kucinglampungkerenkeren #kucing #dokterkucing #catmedicine #kucingdemam #kucingdemampanas #kucingpanas #icalampung #ticalampung #pecintakucinglampung #perhimpunandokterhewanindonesia

A post shared by amanah veterinary services (@amanah_veterinary_services) on

Tanda-tanda Keracunan Parasetamol pada Kucing

  • Koma
  • Kematian
  • Air liur menetes berlebihan (hipersalivasi)
  • Sakit di daerah perut
  • Selaput lendir berwarna coklat-abu
  • Hipotermia (suhu badan rendah)
  • Jaundice (seluruh badan berwarna kuning)
  • Nafas terengah-engah
  • Bengkak di wajah, leher dan kaki
  • Langkah kaki tidak terkoordinasi (ataksia)
  • Urin berwarna coklat tua/gelap
  • Muntah
  • Depresi

Tanda-tanda keracunan paracetamol pada kucing bisa terlihat setelah 1-4 jam menelannya. Mereka bisa mengalami depresi progresif, dan terlihat napasnya cepat. Bisa juga mengalami sakit perut dan mual, yang menyebabkan banyaknya keluar air liur.

Baca keterangan tentang paracetamol di link wikipedia berikut ini: https://id.wikipedia.org/wiki/Parasetamol

Selaput lendir mereka, misalnya di gusi atau jaringan yang mengelilingi bola mata, dapat mengalami perubahan warna kebiruan. Kasus ini disebut dengan ‘sianosis’, hasil dari molekul ‘methemoglobin’ yang mengganggu kemampuan sel darah merah untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh.

Beberapa kucing akan mengalami penumpukan cairan di wajah, cakar, dan kaki depan beberapa jam setelah menelan asetaminofen. Urin bisa bewarna gelap atau cokelat karena adanya darah.

Dan bahkan terkadang, tanda pertama toksisitas asetaminofen pada kucing adalah kematian. Kematian karena methemoglobinemia bisa terjadi dalam 18-36 jam setelah kucing menelan parasetamol.

Penanganan Keracunan Parasetamol Pada Kucing

paracetamol untuk kucing - penanganan keracunan parasetamol pada kucing - amanah_veterinary_services-15950647601351.jpg
(Gambar: Instagram @amanah_veterinary_services)

Bagaimana cara mengatasi atau mengobati kucing yang keracunan paracetamol? Apakah ada perawatan untuk kucing yang mengalami toksisitas asetaminofen?

Adanya methemoglobin dalam darah mengharuskan diagnosis segera, rawat inap, dan perawatan agresif.

Demikian juga, urine berwarna gelap atau berdarah, atau perubahan warna kekuningan pada kulit atau selaput lendir (jaundice) membutuhkan perawatan rawat inap.

Kucing-kucing ini perlu perawatan yang tepat dan lembut. Karena mereka terkadang sering rapuh saat sakit.

Saat ke dokter hewan langganan, dokter mungkin akan membuat kucing kita muntah, dan melakukan pembilasan perut. Treatment ini berguna kalau masih dalam rentang waktu 4-6 jam setelah menelan asetaminofen (paracetamol).

Adanya sel darah merah dalam urin, mungkin memerlukan transfusi seluruh darah. Selain itu, terapi cairan intravena diberikan untuk menjaga hidrasi dan keseimbangan elektrolit yang tepat.

Activated charcoal (arang aktif) bisa jadi diberikan segera setelah muntah diinduksi atau setelah perut memerah, setelah muntah dikontrol. Arang aktif menarik molekul acetaminophen yang tersisa dan menjaga mereka agar tidak diserap dari saluran pencernaan. Obat yang disebut N-acetylcysteine ??(Mucomyst®) dianggap sebagai penangkal toksisitas asetaminofen. Vitamin C (asam askorbat) mengurangi kadar methemoglobin dalam darah seiring waktu.

Tindak Lanjut Setelah Penanganan Dokter Hewan

paracetamol untuk kucing - penanganan keracunan parasetamol pada kucing - amanah_veterinary_services-15950647601350.jpg
(Gambar: Instagram @amanah_veterinary_services)

Kadar methemoglobin dalam darah harus terus dipantau. Selain itu, kadar enzim hati serum juga harus dipantau untuk melihat adanya kerusakan hati. Tingkat senyawa glutathione dalam darah membantu menilai efektivitas pengobatan. Kerusakan hati dan jaringan parut yang terjadi bisa membahayakan fungsi hati dalam jangka panjang pada kucing yang pulih dari keracunan parasetamol.

Kalau kadar methemoglobin dalam darah terus bertambah pesat, ini menjadi tanda klinis yang serius. Kalau konsentrasi methemoglobin mencapai lebih dari 50%, prognosisnya buruk.

Demikian juga, kalau enzim hati serum terus meningkat dalam 12-24 jam pasca konsumsi, ini bisa menimbulkan kekhawatiran serius.

Tanda-tanda klinis toksisitas parasetamol bisa bertahan dalam 12-48 jam, kematian akibat methemoglobin dalam darah dapat terjadi kapan saja.

Pengobatan segera untuk membalikkan methemoglobin dalam darah dan untuk mencegah kerusakan hati akan meningkatkan kemungkinan sembuh. Perlu kita sadari, kematian akibat kerusakan hati bisa saja terjadi hanya dalam beberapa hari.

Kesimpulan

Pemberian paracetamol untuk kucing bukanlah keputusan yang tepat. Alih-alih menyayanginya justru bisa membuatnya meninggal.

Baca juga:
* Daftar Alamat 10+ Dokter Hewan di Bandar Lampung
* Apa Penyebab Kucing Bersin dan Bagaimana Mengatasinya?

Pencegahan adalah kuncinya. Jadi jangan coba-coba untuk memberikan asetaminofen/paracetamol untuk kucing. Kalaupun saat membaca ini sudah terlanjur, cara mengobati/mengatasinya adalah dengan segera pergi ke dokter hewan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*