Yang Perlu Kita Ketahui Seputar Vaksinasi Kucing

Manfaat Jenis Vaksinasi Kucing - @ipetshopncare @.jpg
(Gambar: IG @ipetshopncare)

Vaksinasi kucing itu penting lho. Sama seperti pada manusia, gunanya melindungi kucing dari beberapa penyakit yang bisa mengancam jiwanya. Memberikan kucing kita vaksin adalah bagian penting dalam perawatan kesehatan preventif.

Vaksinasi kucing biasanya dilakukan melalui suntikan. Walau kadang bisa juga diberikan melalui tetes mata atau tetes hidung.

Vaksin itu dirancang untuk memberikan perlindungan dari penyakit menular tertentu. Cara kerjanya melalui stimulasi respons imun yang akan melindungi kucing jika kemudian terkena infeksi.

Baca juga:
* Bahaya Paracetamol Untuk Kucing, Ini Kata Dokter Hewan!

Apakah Vaksinasi Kucing Itu Diperlukan (Penting) ?

Jawabannya adalah iya, penting!

Kalau kita memiliki kucing atau anak kucing, kita bertanggung jawab atas kesejahteraan kucing kita. Termasuk kebahagiaan kucing dan umurnya yang panjang. Vaksinasi kucing secara medis dan ilmiah sudah terbukti dalam mencegah berbagai penyakit berbahaya.

Kandungan dalam Vaksin

Vaksinasi bisa berisikan:

Organisme hidup

Organisme tersebut sudah dimodifikasi sehingga tidak akan menyebabkan penyakit. Namun bisa bereplikasi sesaat setelah vaksin diberikan. Ini untuk memicu respons kekebalan yang baik pada tubuh.

Organisme mati

Organisme mati atau tidak aktif sudah dimatikan lalu dikombinasikan dengan agen / bahan kimia lain untuk membantu memicu respon imun yang baik

Vaksin rekombinan

Jenis vaksin ini lebih baru. Bagian-bagian dari satu organisme (gen yang bertanggung jawab untuk menghasilkan protein yang penting dalam memicu respons kekebalan yang baik) dapat dimasukkan ke dalam organisme lain. Lalu bisa digunakan untuk memvaksinasi kucing.

Semua vaksin tentu saja sudah melewati pengujian keamanan dan kemanjuran yang ketat. Kalau lolos uji, baru bisa digunakan pada kucing.

Saat digunakan dengan tepat dan sesuai anjuran veterinarian, vaksin akan aman dan akan memberikan perlindungan bagi kucing dari penyakit.

Kalau kamu mendapat rekomendasi dari kawan untuk mencoba ‘vaksin homoeopati’, baiknya tidak usah deh.

Gunakan vaksin yang direkomendasikan oleh dokter hewan saja biar aman.

Apa itu vaksin? Bisa baca uraiannya di artikel Wikipedia ini: https://id.wikipedia.org/wiki/Vaksin

Penyakit Kucing yang perlu divaksinasi

Penyakit apa saja yang perlu kita kawatirkan sehingga saya harus vaksinasi kucing saya?

Setiap negara atau setiap daerah bisa saja berbeda ketersediaan vaksinnya. Karena beberapa penyakit kucing tidak merata di mana-mana.

Namun vaksin yang paling umum tersedia di banyak daerah adalah untuk memberikan perlindungan dari infeksi berikut ini:

  • Virus panleukopenia kucing (FPV, enteritis infeksi kucing; parvovirus kucing)
  • Virus herpes kucing (FHV-1, flu kucing)
  • Calicivirus kucing (FCV, flu kucing)
  • Feline leukemia virus (FeLV)
  • Rabies
  • Chlamydophila felis
  • Bordetella bronchiseptica

JENIS VAKSIN KUCING

Vaksinasi Kucing - jenis vaksin untuk kucing - @ipetshopncare
(Foto: Instagram @ipetshopncare)

Jenis vaksin untuk kucing bisa kita bedakan menjadi 2 (dua), yaitu vaksin yang wajib dan vaksin yang tidak wajib.

Vaksin yang wajib (utama/pokok) biasanya diberikan karena sifat penyakitnya yang meluas atau parah.

Sedangkan vaksin yang tidak wajib, bisa diberikan kepada kucing kalau ada risiko terkena infeksi. Biasanya berdasarkan pada usia, gaya hidup, dan kontak kucing dengan kucing lain.

Konsultasikan dengan dokter hewan tentang vaksin apa yang diperlukan untuk kucing kita.

VAKSINASI KUCING yang WAJIB

Berikut ini vaksin yang harus diberikan kepada kucing kesayangan kita.

1. Panleukopenia kucing

Virus panleucopenia kucing (juga dikenal sebagai kucing parvovirus atau enteritis infeksi kucing) adalah penyebab parah, dan sering fatal, dari gastroenteritis hemoragik. Wabah infeksi virus ini sering kali terjadi. Dan bisa menyebabkan kematian sebagian besar kucing yang terinfeksi.

Virus ini sangat menular. Sehingga vaksinasi sangat efektif dan sangat melindungi kucing. Virus ini bisa bertahan lama di lingkungan sekitar. Sehingga vaksinasi adalah satu-satunya cara ampuh melindungi kucing.

2. Virus herpes kucing dan calicivirus kucing

Vaksin untuk virus herpes kucing (FHV-1) dan feline calicivirus (FCV) selalu digabungkan. Karena kedua virus ini adalah penyebab utama infeksi saluran pernapasan atas pada kucing (flu kucing).

Kucing yang terkena virus ini biasanya menunjukkan gejala bersin, keluar cairan dari hidung, konjungtivitis, debit mata, dan sariawan. Tanda-tanda klinis bervariasi dari yang ringan sampai yang berat. Kadang-kadang bisa saja terjadi komplikasi lain, termasuk pneumonia virus.

Dengan FHV-1, bahkan setelah tanda-tanda awal mereda, sebagian besar kucing akan tetap terinfeksi virus inisecara permanen. Beberapa kucing akan terus terkena infeksi mata berulang-ulang. Juga dengan tanda- tanda lainnya.

Virus ini seringnya ditularkan melalui kontak langsung atau karena berada dekat dengan kucing lain.

Misalnya terkena melalui tetesan (droplet) bersin. Virus dalam droplet ini bertahan hidup dalam waktu yang singkat di lingkungan tersebut.

Kedua virus ini ada di mana-mana dalam populasi kucing, infeksinya sangat umum terjadi. Seringkali sangat parah, terutama kalau menginfeksi kucing muda.

Walaupun vaksinasi tidak selalu mencegah infeksi virus ini, namun akan sangat membantu dalam mengurangi tingkat keparahan penyakit kalau kucing kita yang sudah diberikan vaksin terinfeksi.

3. Rabies

Rabies ii adalah penyakit yang perlu kita waspadai. Memang lebih sering terjadi pada anjing, namun bisa juga menginfeksi kucing kita. Kalau kucing kita terinfeksi rabies, kita juga bisa saja tertular.

Kalau di suatu daerah terdeteksi ada rabies, vaksinasi kucing dari penyakit ini sangat disarankan.

Vaksinasi sangat efektif dalam mencegah penyakit rabies.

VAKSIN TAK WAJIB

Vaksin berikut ini bisa jadi dianggap tidak wajib dan diberikan kalau vaksinasi akan memberikan perlindungan lebih bagi kucing kita.

1. Feline Leukemia Virus (FeLV)

FeLV adalah penyakit yang menyebar melalui perkelahian antarkucing, karena dirawat bersama, juga karena menggunakan tempat yang sama. Bisa tempat makan, tempat tidur, atau kotak pasirnya. Seekor anak kucing bisa terinfeksi dari induknya sebelum lahir.

FeLV adalah penyakit yang secara signifikan menyebabkan berbagai masalah pada kucing yang terus terinfeksi. Termasuk imunosupresi, anemia, dan limfoma. Sebagian besar kucing yang terinfeksi virus ini secara terus-menerus akan mati.

Untuk mengetahui apa kucing kita terinfeksi FeLV, perlu dilakukan tes darah. Kalau benar terinfeksi, isolasi kucing tersebut untuk kontak dengan kucing lain agar tidak menular. Sejumlah vaksin FeLV tersedia dan efektif melindungi kucing.

Umumnya, kucing yang pergi keluar rumah mungkin akan berjumpa dengan kucing lain yang yang bisa saja terpapar FeLV. Vaksinasi kucing yang sering keluar tentu saja menjadi kebutuhan.

Sangat direkomendasikan juga untuk vaksinasi anak kucing (kitten) terhadap FeLV. Karena kucing yang lebih muda lebih rentan terhadap infeksi. Dan biasanya tidak bisa diprediksi risiko apa yang akan terjadi saat kucing tumbuh dewasa.

2. Chlamydophila felis

Chlamydophila felis adalah sejenis bakteri yang bisa menyebabkan konjungtivitis pada kucing. Anak kucing di rumah dengan banyak kucing, paling mudah terkena dampaknya. Mungkin ada tanda-tanda masalah pernapasan bagian atas yang ringan.

Pemberian antibiotik yang pas dapat menyembuhkan kucing yang terkena dampak. Namun dengan vaksinasi dapat membantu dalam beberapa situasi. Seperti misal pada rumah yang memiliki banyak kucing dan sebagiannya ada yang terinfeksi.

3. Bordetella bronchiseptica

Bordetella bronchiseptica adalah infeksi bakteri yang bisa menjadi bagian dari infeksi saluran pernapasan atas (flu kucing) kompleks pada kucing. Tidak sesering FHV-1 atau FCV, namun terkadang bisa menjadi masalah, terutama pada kucing yang stres. Atau pada kucing dalam koloni besar. Bakteri ini juga bisa menjadi penyebab pneumonia pada anak kucing.

Pemberian antibiotik yang sesuai bisa menyembuhkan kucing dengan Bordetella bronchispetica. Dan vaksinasi tidak diperlukan lagi bagi kucing pada umumnya. Namun, kalau memiliki banyak kucing dan penyakit ini sering berulang, vaksinasi menjadi solusi dalam melindungi kesehatan kucing.

4. Feline immunodeficiency virus

(Virus defisiensi imun kucing)

Vaksinasi Feline immunodeficiency virus (FIV) tersedia di beberapa negara saja. Virus ini cukup umum pada kucing, terutama kucing yang sering pergi ke luar rumah. Juga pada kucing yang berkelahi. Karena infeksinya bisa menyebar melalui gigitan kucing.

Ada banyak turunan berbeda dari virus FIV ini. Dan belum sepenuhnya jelas tentang seberapa efektif vaksin yang ada melindungi dari semua turunan yang berbeda.

Namun berbagai penelitian mengungkapkan vaksinasi kucing bisa memberikan perlindungan bagi kucing yang berisiko terpapar.

Jadwal Vaksin Kucing

Seberapa sering kucing saya divaksinasi? Simak uraian jawabannya di bawah ini.

Semua anak kucing harus menerima vaksinasi, baik yang wajib maupun tambahan, setelah di setujui oleh dokter hewan.

Pemberian vaksin awal biasanya dilakukan pada usia anak kucing 8-9 minggu. Suntikan vaksin kedua dilakukan 3-4 minggu kemudian.

Biasanya dokter juga menganjurkan vaksinasi ketiga (terutama untuk FPV) di usia 16-20 minggu. Untuk memastikan kesehatan anak kucing bisa terjaga dengan baik.

Vaksinasi lanjutan (booster) pertama diberikan 12 bulan kemudian, untuk memastikan tingkat perlindungan berkelanjutan yang baik. Namun, setelah itu, frekuensi vaksinasi booster mungkin hanya setiap 1-3 tahun. Tergantung dari vaksin, penyakit, dan risiko masing-masing kucing.

Kucing yang tinggal beramai-ramai biasanya memerlukan vaksinasi tahunan. Atau beri vaksin booster sebelum kucing masuk ke dalam grup kucing.

Efek Samping Vaksin Untuk Kucing

Masalah apa, efek samping apa, yang bisa terjadi setelah vaksinasi?

  • Demam
  • Kelesuan parah
  • Kehilangan selera makan
  • Muntah
  • Diare
  • Pembengkakan dan kemerahan di sekitar lokasi suntik vaksin
  • Timpang
  • Hive

Perlu diketahui bahwa efek samping vaksiniasi kucing itu sangat jarang terjadi. Apalagi sudah jutaan dosis dihabiskan di seluruh dunia setiap tahunnya.

Efek samping biasanya ringan-ringan saja. Seperti lesu dan adanya bagian lembut di tempat bekas suntikan. Namun ini tidak berlangsung lama, hanya beberapa hari saja. Efek samping lainnya bisa berupa muntah, diare, pincang, demam, tanda-tanda infeksi saluran pernapasan, atau benjolan di tempat injeksi.

Beberapa tahun terakhir ada efek samping yang diperbincangkan, yaitu adanya fibrosarcoma. Sejenis tumor ganas yang dapat berkembang di lokasi bekas suntikan. Namun ini kasus yang sangat jarang terjadi, kemungkinan 1 dari 20.000 vaksin.

Jadi ada baiknya untuk selalu memantau tempat bekas suntikan secara teratur. Kalau ada pembengkakan di sekitar bekas suntikan selama beberapa minggu, atau bengkaknya terus membesar, segera periksa ke dokter hewan.

Jenis Vaksin Kucing lainnya

Sejumlah vaksin lain bisa saja tersedia di beberapa negara dan tidak tersedia di negara lainnya.

Vaksin di bawah ini tidak yang dianggap sebagai vaksin wajib (atau esensial). Yang mungkin tersedia antara lain:

  • Feline infectious peritonitis
  • Microsporum Canis
  • Giardia lamblia

Baca juga:
* 9 Penyebab Kucing Muntah dan Cara Mengatasinya

Kesimpulan Vaksinasi Kucing

Sekarang kita sudah sama-sama mengetahui mengenai pentingnya dilakukan vaksinasi pada kucing peliharaan.

Vaksinasi kucing adalah prosedur yang sudah terbukti mengurangi dampak beberapa penyakit serius. Selalu konsultasi ke dokter hewan/veterinarian, karena vaksin pun bisa saja memberikan efek samping ke kucing. Semoga info ini bermanfaat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*